SIMBA: Sosialisasi Mitigasi Bencana
Mahasiswa FISIP Bakti Desa Kuliah Kerja Nyata (FBD KKN) Kelompok 27 telah melaksanakan Program Kerja Sosialisasi dan Edukasi Mitigasi Bencana (SIMBA). Kegiatan dilakukan pada Sabtu (19/7), di SDN 02 Mulyoasri, Mulyoagung, Mulyoasri, Kec. Ampelgading, Kabupaten Malang. Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi kelas 1-6 yang dengan antusias memenuhi kelas bersama di ruang kelas 1-2. Sosialisasi ini dilakukan di jenjang sekolah dasar sebagai upaya edukasi sejak dini untuk mitigasi bencana.
Puluhan siswa terlihat antusias mengikuti jalannya sosialisasi. Metode penyampaian materi yang menarik dan ramah anak, dengan mengajak untuk mengenali berbagai jenis bencana yang memungkinkan terjadi di pemukiman anak-anak ini, seperti gempa bumi dan gunung meletus. Fokus utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman tentang apa yang harus dilakukan saat terjadi gempa bumi dan gunung meletus. Kegiatan sosialisasi diisi oleh anggota FBD KKN 27, yaitu Fauza Hamidah dan Nafillah Adian Mauriska sebagai pemateri. Materi yang disampaikan oleh pemateri dalam bentuk presentasi dan video animasi. Penggunaan video animasi juga bertujuan agar lebih menarik untuk diperhatikan oleh anak usia Sekolah Dasar. Selain itu, siswa-siswi juga diajarkan untuk memahami pentingnya mengenali titik kumpul darurat, jalur evakuasi terdekat, dan cara bersikap tenang saat menghadapi bencana. Hasil akhir yang diberikan pada sekolah adalah poster terkait mitigasi bencana gempa bumi dan gunung meletus, juga pemberian peta jalur evakuasi untuk diberikan tiap-tiap kelas. Karya yang dibuat akan menjadi media edukatif untuk penyelamatan diri yang dapat dilakukan oleh siswa-siswi SDN 02 Mulyoasri.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para siswa dapat mengetahui jenis-jenis bencana, dan langkah-langkah mitigasi bencana. Sehingga, siswa tidak hanya lebih siap dalam menghadapi bencana, tetapi juga mampu menyampaikan informasi yang diperoleh kepada keluarga dan teman di lingkungan sekitar. Langkah kecil ini menjadi bagian penting dalam membangun budaya sadar bencana di masyarakat. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa meski bencana tidak bisa dicegah, kesiapsiagaan dan pengetahuan yang cukup dapat menyelamatkan banyak nyawa. Kesadaran mitigasi bencana dapat dikenalkan agar saat terjadi bencana dapat mengetahui langkah awal yang dapat dilakukan.
