Pada tanggal 29 Juli 2025, telah dilaksanakan program sosialisasi Pertolongan Pertama pada Korban Kecelakaan kepada warga Dusun Mulyoagung. Kegiatan ini bertempat di kediaman Ketua RT 6 dan merupakan bagian dari rangkaian program pengabdian masyarakat yang difokuskan pada edukasi keselamatan warga, khususnya dalam menangani keadaan darurat di lingkungan sekitar. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat guna menyelamatkan nyawa serta mencegah resiko kecacatan pada korban kecelakaan.
Acara dimulai pada pukul 16.00 WIB dengan sambutan dari Abd Aziz selaku Ketua Pelaksana program MASKARA. Dalam sambutannya, Aziz menjelaskan bahwa latar belakang pelaksanaan kegiatan ini berangkat dari keprihatinannya terhadap maraknya kasus orang yang tiba-tiba tidak sadarkan diri atau mengalami kecelakaan dan tidak segera mendapatkan pertolongan yang memadai. Banyak dari kasus tersebut berujung fatal hanya karena tidak ada satupun orang di sekitar yang mengetahui tindakan pertolongan pertama.
Sesi utama kegiatan diisi oleh tim dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang yang memberikan materi sosialisasi secara sistematis. Sosialisasi diawali dengan orientasi singkat mengenai pengertian pertolongan pertama, yaitu bantuan awal yang diberikan kepada korban kecelakaan atau sakit mendadak dengan tujuan menyelamatkan nyawa, mencegah kecacatan, dan mempercepat proses pemulihan. Peserta juga diberi penjelasan tentang pentingnya memahami sistem peredaran darah manusia sebagai dasar dalam melakukan tindakan pertolongan medis awal.
Materi berikutnya mencakup langkah-langkah praktis pertolongan pertama, seperti cara mengidentifikasi kondisi korban, teknik menghentikan pendarahan, serta penanganan luka terbuka dan luka tusuk. Peserta juga dibekali pengetahuan tentang penanganan cedera berat seperti anggota tubuh yang terputus, termasuk cara menyelamatkan bagian tubuh tersebut agar tetap bisa disambung kembali oleh tenaga medis profesional.
Selain itu, para peserta diberikan pelatihan Resusitasi Jantung Paru (RJP), yaitu teknik penyelamatan yang digunakan ketika korban mengalami henti napas dan henti jantung. Kegiatan ini dilengkapi dengan praktik langsung menggunakan manekin dan perlengkapan medis dasar agar peserta dapat memahami teknik dengan lebih baik dan terampil dalam penerapannya di lapangan.
Luaran dari kegiatan ini ialah brosur edukatif yang memuat informasi penting mengenai pertolongan pertama, seperti prosedur awal sebelum membantu korban, teknik pertolongan berdasarkan jenis luka, hingga daftar nomor darurat yang bisa dihubungi di wilayah Kabupaten Malang.
Kegiatan berlangsung dengan sangat interaktif dan partisipatif. Masyarakat terlihat antusias, aktif bertanya, dan mengikuti setiap sesi praktik dengan semangat tinggi. Keikutsertaan peserta menunjukkan bahwa sosialisasi ini sangat relevan dan dibutuhkan oleh masyarakat.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Dusun Mulyoagung dapat menjadi penolong pertama yang sigap dalam situasi darurat, serta mampu menularkan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Upaya ini menjadi langkah awal yang penting dalam membangun masyarakat yang tanggap, peduli, dan berdaya dalam menghadapi kondisi kedaruratan medis.
