Pada tahun 1942-1947, Desa Mulyoasri berada di bawah kepemimpinan Joyo Sacan sebagai Kepala Desa pertama. Pada tahun 2015 sampai sekarang, pembangunan di Desa Mulyoasri didukung dengan pembangunan dengan dana desa sehingga pembangunan terus berkesinambungan dan dapat berlanjut sampai saat ini.
Sejarah Desa Mulyoasri tidak terlepas dari sejarah masyarakat perkebunan. Pada awalnya desa ini bernama Desa Mulyoarjo atau Persil Brandong. Desa Mulyoasri merupakan lokasi perkebunan milik penjajahan Belanda dan juga sempat didirikan pabrik teh, kopi, dan karet.
Pada tahun 1947, setelah Indonesia merdeka, pabrik-pabrik tersebut dihanguskan kemudian tanah-tanah bekas perkebunan tersebut dikelola oleh warga masyarakat untuk usaha tani, pada 10 Oktober 1971, nama Desa Mulyoarjo diubah menjadi Desa Mulyoasri. Mulyoasri berasal dari kata Mulyo yang artinya kembali dan Asri yang memiliki arti baik, nama ini disahkan dengan penyerahan SPPT dan buku LETER C dari pemerintahan Kabupaten Malang.
Adapun Desa Mulyoasri dibagi menjadi empat dusun, yaitu:
VISI
Menuju Desa Mulyoasri yang agamis, berbudaya, dan berwawasan lingkungan.
MISI
1. Menyelenggarakan pemerintah yang bersih, amanah, dan terbuka berorientasi pada optimalisasi pelayanan kepada masyarakat.
2. Mendorong berkembangnya kualitas sumber daya manusia Desa Mulyoasri yang dilandasi nilai-nilai agama dan nilai-nilai luhur budaya untuk mewujudkan masyarakat yang maju dan modern dengan landasan moral agama yang punya kepedulian terhadap lingkungan.
3. Peningkatan sarana dan prasarana dasar untuk menunjang kesejahteraan dan meningkatkan pelayanan publik dengan slogan senyum, cepat, dan tepat.
4. Memanfaatkan potensi sumber daya alam yang berwawasana lingkungan.
5. Memberdayakan potensi lembaga keuangan mikro berbasis masyarakat untuk mendorong usaha ekonomi masyarakat.
6. Memberdayakan masyarakat melalui partisipasi aktif dalam pembangunan.
7. Mewujudkan lingkungan yang bersih, aman, tertib, dan nyaman.
Muhammad Santoso