Dalam upaya mendigitalisasi sistem pelayanan administrasi desa, Kelompok 27 KKN FBD KOMPAK FISIP Universitas Brawijaya memperkenalkan program unggulan bertajuk SIMUL atau Sistem Informasi Mulyoasri. Program ini diinisiasi oleh dua mahasiswa PIC, Cahya Shabrina Gantari dan Sevika Fitri, sebagai bagian dari kontribusi mereka dalam memajukan pelayanan publik di pedesaan.
SIMUL hadir sebagai solusi terhadap permasalahan birokrasi yang selama ini dianggap terlalu rumit dan tidak efisien. Alur kerja yang melibatkan banyak pihak, khususnya kepala dusun yang kerap harus turun tangan langsung dalam proses administrasi, menjadi perhatian utama tim. Di sisi lain, masih banyak warga yang belum sepenuhnya memahami tahapan birokrasi desa, sehingga menimbulkan kebiasaan “titip-menitip” dokumen yang rawan menimbulkan kesalahan atau keterlambatan layanan.
Dalam program ini, Shabrina merancang sistem komunikasi resmi berupa akun WhatsApp Business untuk bagian pelayanan kantor desa. Akun tersebut akan berfungsi sebagai narahubung resmi warga dengan pihak pelayanan, mempermudah akses informasi dan meminimalkan beban kerja perangkat desa. Sementara itu, Sevika membuat dan memasang banner informasi alur birokrasi yang kini terpajang di kantor desa, bertujuan memberi edukasi kepada warga dan perangkat desa tentang prosedur administrasi secara langsung maupun daring.
Meski pelaksanaannya masih terfokus pada perangkat desa, terutama staf pelayanan, respon yang diterima sangat positif. Salah satu staf pelayanan, Mbak Ani, menyampaikan bahwa adanya sistem ini sangat membantu mempercepat proses kerja dan memudahkan koordinasi.
Tim KKN berharap SIMUL dapat menjadi langkah awal menuju sistem pelayanan desa yang lebih efisien, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Selain itu, mereka juga berharap produk ini bisa mengurangi ketergantungan warga terhadap perantara seperti kepala dusun dalam pengurusan dokumen, serta menumbuhkan pemahaman yang lebih baik terhadap birokrasi desa.
