Pada tanggal 27 Juli 2025, telah dilaksanakan program penyuluhan gizi seimbang kepada kelompok ibu-ibu senam dan anggota PKK di SMP Kusuma Bangsa Desa Mulyoasri. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pengabdian masyarakat yang difokuskan pada edukasi pola makan sehat berbasis pedoman Isi Piringku.
Acara dimulai pada pukul 14.oo WIB. Kegiatan diawali dengan senam bersama sebagai bentuk aktivitas fisik ringan. Setelah senam, para peserta mengikuti sesi penyuluhan yang dipandu oleh tim pelaksana, yang diketuai oleh Gunawan Wijaya serta Marsala Tsabita.
Kegiatan yang dibawakan oleh Gunawan Wijaya membahas mengenai pentingnya mengatur porsi makan seimbang, membiasakan sarapan, serta memahami kandungan gizi dalam makanan sehari-hari. Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan mitos dan fakta seputar makanan sehat, seperti anggapan bahwa makan malam menyebabkan kegemukan atau bahwa karbohidrat harus dihindari sepenuhnya. Penyuluhan dikemas secara interaktif melalui kuis dan diskusi ringan yang mendorong partisipasi aktif dari para ibu. Dalam sesi praktik, peserta diajak untuk menebak jenis makanan beserta porsi yang sesuai dengan pedoman Isi Piringku. Output yang dihasilkan oleh Gunawan Wijaya berupa poster mengenai pedomen Isi Piringku agar komunitas senam serta PKK dapat gambaran yang lebih jelas mengenai penjelasan Isi Piringku.
Pada sisi lain, setelah kegiatan penyuluhan Isi Piringku. Kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan regulasi emosi yang dibawakan oleh Marsala Tsabita. Kegiatan diawali dengan memberitahu kepada peserta kegiatan mengenai emosi serta cara-cara untuk regulasi emosi. Dalam sesi praktik, peserta diajak untuk mempraktikan salah satu cara untuk meregulasi emosi, yakni dengan cara meniup balon, lalu dituliskan mengenai perasaan atau emosi yang sedang dirasakan, selanjutnya balon diletuskan. Output yang dihasilkan pada penyuluhan ini berupa poster mengenai definisi emosi serta cara untuk meregulasi emosi.
Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Diharapkan melalui penyuluhan ini, komunitas senam serta PKK dapat menjadi agen perubahan dalam keluarga masing-masing, khususnya dalam hal pemilihan menu sehat dan pembentukan kebiasaan makan yang lebih baik serta cara untuk meregulasi emosi yang lebih baik lagi.
