Kontak Kami
Kenalkan Emosi Sejak Dini, Mahasiswa FBD 27 Dampingi Anak TK Pahami Perasaannya
Program kerja Emo Smart dirancang dengan tujuan agar anak dapat mengenal emosi sedini mungkin. Diharapkan dengan pengenalan emosi ini anak dapat mengungkapkan emosi nya dengan baik dan tepat.
Home / Anak Sekolah  /  Kenalkan Emosi Sejak Dini, Mahasiswa FBD 27 Dampingi Anak TK Pahami Perasaannya
Emo Smart
Pernahkah Anda bertanya sebenarnya apa yang dirasakan anak ketika menangis atau tertawa? Terkadang orang dewasa cenderung mengabaikan emosi anak, padahal emosi sangat penting untuk dikenalkan kepada anak. Hal ini bertujuan agar anak tahu apa yang sedang dirasakan, mampu menyampaikan dengan baik perasaannya, serta yang tidak kalah penting yakni anak juga mampu memahami perasaan orang lain. Sayangnya, masih banyak anak yang belum mengetahui apa itu emosi dan bagaimana cara mengungkapkannya. Hal ini dibuktikan dengan perilaku tantrum yang sering muncul pada anak. Tantrum merupakan salah satu bentuk ketidakmampuan anak dalam menyampaikan atau mengungkapkan emosi nya. 

Mengingat pentingnya pengenalan emosi pada anak, kelompok 27 FBD KOMPAK FISIP UB mengadakan program kerja “Emo Smart”. Program kerja ini dilakukan di TK Dharma Wanita Persatuan 2 Mulyoasri pada Senin, 14 Juli 2025. Kelompok 27 memfokuskan pada pengenalan empat emosi dasar, yakni emosi senang, sedih, marah, dan takut. 

Pengenalan emosi disampaikan menggunakan metode story telling dan media interaktif berupa poster disertai dengan gelas emosi yang nantinya bisa diisi oleh anak sesuai dengan perasaan atau emosi yang sedang dirasakan saat itu. Poster berisi penjelasan mengenai emosi senang, sedih, marah, dan takut. Tidak hanya penjelasan berupa tulisan saja, namun juga disertai dengan gambar ekspresi yang biasanya ditunjukkan ketika emosi tersebut muncul. 

Anak-anak duduk berkumpul kemudian diceritakan suatu kondisi  dan anak-anak ditanya bagaimana perasaannya ketika dalam kondisi tersebut. Beragam jawaban dilontarkan, seperti ketika ditanya “Bagaimana perasaan adik-adik ketika dimarahi oleh orang tua?” muncul jawaban “sedih” “menangis” dan “hancur”. Kemudian dijelaskan lebih lanjut bagaimana perasaan senang, sedih, marah, dan takut serta bagaimana mengungkapkannya. 

Tidak hanya melalui story telling, anak juga diajak untuk mengenali emosi melalui lagu. Anak diajak untuk bernyanyi bersama dan mengekspresikan emosi yang ada dalam lagu tersebut. Untuk memastikan anak benar-benar memahami emosi yang telah dikenalkan, anak diberi lembar kerja berisi suatu situasi, kemudian diminta untuk menempel gambar yang menunjukkan ekspresi yang tepat. Kegiatan pengenalan emosi diakhiri dengan menaruh pipe cleaner dalam gelas emosi yang telah disediakan. 

Program kerja “Emo Smart” ini diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa siswi TK Dharma Wanita Persatuan 2 Mulyoasri. Sejalan dengan itu, para guru juga memberikan respon yang positif atas terlaksananya program kerja “Emo Smart”.

“Biasanya kalau hari pertama selalu ada aja yang nangis, masih mau sama mamanya, tapi ini ndak ada. Jadi tau juga perasaannya anak-anak, waktu ditanya gimana perasaannya kalo dimarahin orang tua tadi ada yang jawab hancur” ujar Bu Ika selaku kepala sekolah TK Dharma Wanita Persatuan 2 Mulyoasri. 

Melalui program kerja ini diharapkan anak-anak mampu untuk mengenali dan mengungkapkan emosinya dengan baik. Anak yang sudah kenal dan mampu mengelola emosinya dengan baik, maka dia akan cenderung mudah beradaptasi dengan lingkungannya, yang mana hal tersebut akan menjadi bekal anak di jenjang selanjutnya. 

Penanggung Jawab Program Kerja: Zahrotun Nisa

post categories
Pos-pos Terbaru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *