Kontak Kami
Wisata Desa Mulyoasri: Candi Jawar
Kegiatan ini bertujuan untuk membuatkan brosur yang dapat memperkenalkan serta mempromosikan wisata di Desa Mulyoasri yaitu Candi Jawar kepada pengunjung Desa Mulyoasri.
Home / KKN FBD Kelompok 27  /  Wisata Desa Mulyoasri: Candi Jawar
Eksplorasi Mulyoasri : Potensi Wisata Desa

Desa Mulyoasri,  memiliki 4 Dusun yaitu Dusun Mulyoasri, Mulyoagung, Sukorejo dan, sumbersuko. Muhamad Santoso selaku kepala desa Mulyoasri, menyambut hangat FBD 27 yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di Desa Mulyoasri. Bapak Santoso menjelaskan kondisi desa, dan mengharapkan program kerja yang kelompok FBD 27 laksanakan dapat 

Candi Jawar berada di Dusun Sukorejo, Desa Mulyoasri, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Lokasinya terletak di lereng barat daya Gunung Semeru. Candi Jawar ditemukan oleh warga pada tahun 1973 dan namanya diambil dari dusun yang dahulu berada di bawah situs ini.

Penelitian tentang peran candi masih terbatas, namun diperkirakan berfungsi sebagai tempat ibadah Siwa-Buddha pada abad ke-14–15, masa Kerajaan Majapahit. Hal ini didukung oleh relief cerita binatang yang mengandung pesan moral. 

Candi dihiasi dengan berbagai relief, termasuk relief teratai, pilaster, dan tapak dara, serta pahatan sosok manusia yang menyerupai wayang. Di pintu masuk candi terdapat arca batu yang diyakini sebagai Dwarapala, arca penjaga gerbang dalam kepercayaan Hindu-Buddha. Langkah pelestarian Candi Jawar dilakukan melalui kegiatan inventarisasi untuk pendataan, serta dengan menugaskan seorang juru pelihara di lokasi.

Situs Jawar terletak pada ketinggian 1.442 meter di atas permukaan laut dan terdiri atas tiga halaman. Setiap halaman menyimpan tinggalan arkeologi, baik yang masih tertimbun di dalam tanah maupun yang terlihat di permukaan. Luas Candi Jawar kurang lebih 1 hektar, tengahnya ditandai dengan bangunan yang berbentuk makam dan pohon. Candi ini memiliki alas berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 6x6 meter dan tinggi sekitar 60 cm.

Kelompok FBD 27, yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di Desa Mulyoasri, mengeksplorasi Candi Jawar bersama perangkat desa pada hari Rabu, 9 Juli 2025. “Jalur utama yaitu melalui Desa Mulyoasri, tetapi sebenarnya terdapat jalur lain yaitu melalui Desa Tamansari, namun jalur tersebut jarang digunakan karena jalannya yang rusak.” ujar Pak Hari selaku mantan Kepala Dusun Sukorejo saat kami wawancara.

“Waktu terbaik untuk berkunjung ke Candi Jawar yaitu saat hari besar agama Hindu karena umat Hindu akan mengadakan upacara atau beribadah ke Candi ini.” sambungnya.

Candi Jawar dengan pendopo soko limo-nya mengarah ke arah timur, yaitu tepat ke arah Gunung Semeru. Faktanya, Candi Jawar yang asli sudah dikelola langsung di Cagar Budaya Trowulan agar terjaga dan tidak rusak. Funfact, terdapat replika Candi Jawar yang terdapat di Desa Argoyuwono yaitu Candi Samudro. Kelompok FBD 27 juga sempat mengeksplorasi Candi Samudro dan menemukan fakta bahwa Candi Samudro merupakan milik perseorangan dan dibangun di lahan pribadi. 

Melalui eksplorasi wisata di Desa Mulyoasri, kelompok FBD 27 membuat brosur tentang potensi wisata desa yaitu Candi Jawar. Brosur tersebut kemudian akan diberikan kepada perangkat desa dengan harapan dapat diletakkan di kantor desa atau di lokasi Candi Jawar. Melalui program kerja dibuatnya brosur ini, diharapkan pengunjung dapat memahami apa yang ada di Candi Jawar.


Penanggung Jawab Program Kerja: Meitasya Yosefira Libbni Situmorang

post categories
Pos-pos Terbaru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *