Kontak Kami
Perdukuhan
Jelajahi Empat Dusun
Eksplorasi Mulyoasri

Mengenal Karakteristik Tiap Dusun di Mulyoasri

Dusun Mulyoagung

Dusun Mulyoagung, bagian dari Desa Mulyoasri di Ampelgading, Malang, adalah dusun kecil berpenduduk sekitar 450 jiwa yang terbagi dalam 9 RT dan 2 RW. Terletak di lereng perbukitan subur, Mulyoagung kaya akan potensi alam, pertanian, dan sejarah.


Potensi Pertanian Unggulan

Mayoritas warga Mulyoagung bermatapencarian di sektor pertanian dan peternakan. Mereka membudidayakan sayur-mayur, kopi, dan tebu, serta beternak kambing. Cabai, tomat, dan kopi arabika merupakan komoditas utama dusun. Kopi arabika Mulyoagung, dengan cita rasa unik berkat tanah subur dan ketinggian ideal, memiliki potensi besar sebagai produk unggulan desa.


Warisan Sejarah dan Budaya

Mulyoagung juga menyimpan sejarah yang kaya. Dusun ini didirikan oleh Mbah Proyo, tokoh sakral yang dihormati hingga kini. Makam Mbah Proyo berada di sebuah punden yang dulunya tempat ibadah umat Hindu. Meskipun tradisi selamatan bulanan di bulan Suro sudah jarang, nilai-nilai kearifan lokal tetap lestari.

 Dusun Mulyoasri

Dusun Mulyoasri, bagian dari Desa Mulyoasri di Ampelgading, Malang, adalah dusun besar dengan lebih dari 1.100 penduduk yang tersebar di 6 RT (25-30) dalam RW 7 dan 8. Dusun ini menawarkan kekayaan alam dan budaya yang kental.


Primadona Pertanian dan Tradisi Leluhur

Sekitar 90% warga Mulyoasri berprofesi sebagai petani, dengan kopi robusta sebagai komoditas utama, menyumbang 95% total produksi kopi. Kopi robusta Mulyoasri dikenal dengan aroma kuat dan rasa khasnya. Selain kopi, dusun ini juga menghasilkan salak, singkong, tebu, dan pisang.


Mulyoasri didirikan oleh Mbah Joko Stro, yang makamnya menjadi pusat kegiatan spiritual dan adat. Setiap bulan Suro, dusun ini ramai dengan Gebyar Seni Kuda Lumping, sebuah pertunjukan dan ritual penghormatan leluhur. Warga berbondong-bondong ke punden untuk berdoa dan melestarikan tradisi.

 Dusun Sukorejo

Dusun Sukorejo, bagian dari Desa Mulyoasri di Ampelgading, Malang, adalah dusun berpenduduk sekitar 1.045 jiwa yang terbagi dalam 7 RT (10-16) di bawah RW 3 dan 4. Terletak di tengah alam hijau pegunungan, Sukorejo kaya akan potensi pertanian dan sejarah.


Sentra Perkebunan dan Peternakan

Mayoritas warga Sukorejo adalah petani sayur-mayur. Lahan subur menghasilkan komoditas unggulan seperti cabai, sawi, tomat, dan buncis yang didistribusikan hingga ke pasar sekitar Malang. Selain itu, beternak kambing juga menjadi mata pencarian pendukung yang menopang ekonomi keluarga.


Sejarah dan Tradisi Spiritual yang Kuat

Sukorejo dikenal sebagai sentra pertanian sekaligus memiliki jejak sejarah. Dusun ini ditemukan oleh Mbah Sri Kuning, tokoh yang sangat dihormati dan makamnya menjadi bagian penting identitas Sukorejo. Terdapat pula situs purbakala yang menjadi daya tarik wisata religi bagi umat Hindu. Tradisi spiritual sangat kental di Sukorejo. Warga rutin mengadakan tahlilan mingguan, serta istighosah bulanan untuk mendoakan keberkahan dan keselamatan dusun. 

 Dusun Sumbersuko

Dusun Sumbersuko, salah satu dusun terbesar di Desa Mulyoasri, Ampelgading, Malang, adalah pusat aktivitas dinamis dengan sekitar 1.200 penduduk. Dusun ini terbagi dalam 8 RT (17-24) di bawah RW 5 dan 6, menyimpan potensi besar.


Peternakan dan Pertanian Unggulan

Mayoritas warga Sumbersuko mengandalkan peternakan kambing sebagai nadi ekonomi utama, memasok kebutuhan lokal dan luar daerah. Sebagian warga juga bertani salak dan kopi. Kopi Sumatera Lampung dari Sumbersuko dikenal dengan aroma kuat dan cita rasa khasnya, sementara salak menjadi komoditas andalan yang dijual hingga kota besar.


Warisan Sejarah dan Tradisi Lestari

Sumbersuko, dulunya bernama Sumberrejo, menyimpan jejak sejarah. Warga menjaga tradisi leluhur melalui ziarah ke makam di kawasan Sumber Mas setiap bulan Suro. Makam ini diyakini sebagai tempat peristirahatan tokoh pembuka dusun, melambangkan penghormatan dan hubungan spiritual dengan para pendahulu. Perpaduan produktivitas ekonomi dari peternakan dan pertanian, serta nilai tradisi yang terjaga.